MAWAR BERDURI

Aku merry, siswa di salah satu sekolah menengah atas di London. Aku seorang rakyat biasa yang tinggal di salah satu sudut kota ini. Aku tingggal bersama kedua orangtuaku dan juga adikku. Ekonomi dalam keluargaku tidak begitu baik sehingga aku harus membantu kedua orangtuaku dengan cara bekerja di suatu kedai kopi. Karena aku adalah seorang pelajar jadi aku bekerja di kedai itu pada malam hari.
" Selamat pagi dunia, semoga hari ini semua berjalan lancar " , ucapku untuk menyapa dunia di pagi yang cerah ini. Segera aku mengambil sepeda dan mengkayuhnya menuju sekolah. Sekolahku bisa dikatakan sekolah terbaik atau sekolah mewah. pasti semua bertanya kenapa aku yang mempunyai ekonomi yang tidak begitu baik tapi bersekolah di tempat yang mewah. jadi, ini adalah keinginan dari orangtuku . mereka menginginkan yang terbaik buatku walaupun mereka harus bekeja keras untuk itu.
Ketika sampai di sekolah aku melihat orang berkumpul seakan ada pembagian hadiah disana. "Tentu saja aku juga ingin hadiah", ucapku dalam hati. aku bergegas pergi kesana dan menerobos untuk melihat sesuatu apa yang sdang mereka perhatikan dari lantai dua sekolah kami. Dan ternyata mereka sedang memperhatikan seorang pria yang menurut mereka sangat tampan, tapi tidak juga menurutku.
"Merry apa kau juga sedang memperhatikan pangeran Edward? kau memang tak bisa memungkiri bahwa dia sangat tampan bukan" kata Elis yang membuatku kaget. "Ohhh..... tidak, aku tidak tertarik padahal seperti itu,oke", jawabku. " Alasan yang selalu kau berikan setiap hari, aku sudah hafal alasan itu", kata Helen menjawabku. Bagiku hal seperti itu hanya sebuah hayalan dan aku merasa heran pada mereka yang mengidolakan pangeran dan selalu memperhatikannya setiap saat, karena itu hanya hayalan semata. dia tak mungkin akan memperhatikan dirimu. Sudahlah lupakan, ini saatnya belajar. Akupun beranjak menuju kelas untuk mengikuti proses pembelajaran.
Setalah selesai semua pelajaran akupun pulang . Aku berjalan ke arah parkiran sambil minum jus jeruk dan membaca novel kesukaanku. Tanpa aku sengaja aku menabrak pangeran dan menumpahkan jus jeruk di baju seragamnya. " Apa kau tidak bisa melihat bahwa ada orang di depanmu?", kata pangeran Edward dengan nada tinggi. " Mohon maafkan aku Yang mulia Pangeran ", kataku sambil menundukkan kepala. " Apakah kamu tidak diajarkan sopan santun saat berada di depan seorang keluarga kerajaan?", lanjutnya dengan nada tinggi. " Maaf, saya sudah memohon maaf atas kesalahan saya dan ini bukan suatu kesengajaan", jawabku. " Ah... sudahlah ", sambil melepaskan baju seragam putihnya yang terkena noda dan melemparkannya di wajahku. " Buang saja baju itu!", lanjutnya. Tentu saja aku merasa kesal." Dasar laki - laki sombong ", kataku. Dia beranjak pergi. " Dasar sombong!", kataku sambil melempar sepatu kearahnya. Dan kemudian dia berbalik dengan muka marah , lalu langsung lari secepat mungkin dari tempat itu. Tetapi para pengawal pangeran itu mengejar dan menangkapku. " Aku dalam masalah besar", kataku dalam hati.
Aku dibawa ke istana untuk mempertanggungjawabkan perbuatanku ini." Sial.... ini semua karena pangeran sombong itu", kataku dalam hati. mereka mempertimbangkan hukuman untuk perbuatanku. Dan akhirnya mereka memutuskan hukumanku yaitu menjadi pelayan pribadi pangeran itu. " Kenapa harus seperti ini? jadi aku akan bertemu dengan dia setiap hari selama satu bulan ini. ya ampun ini sangat menjengkelkan", kataku dalam hati sambil menggerutu. Tapi apa yang bisa aku perbuat, aku hanya bisa menguatkan diriku untuk satu bulan ini.
Aku pulang ke rumahku dan memberitahukan orangtuaku tentang masalah ini. Tentu saja mereka kaget mendengarnya. Aku menjelaskan secara baik pada mereka dan mereka memarahiku. " sekali lagi, ini semua karena orang sombong itu!", kataku dalam hati.
Menjadi pelayan pribadi pangeran Edward membuat aku selalu berada di dekatnya setiap saat dan setiap waktu. Walaupun itu saat sedang di sekolah, posisi sementaraku sebagai pelayan pribadinya tetap berlaku. Tentu saja ini membuatku kesal. Tapi karena sering bersamanya entah kenapa aku menjadi menyukainya. "Apa ini cinta? huuu.... tidak mungkin, aku tidak mungkin menyukai seorang pangeran seperti dirinya", kataku dalam hati.
Masa berlaku hukumanku hampair selesai, " aku tidak akan melihat pangeran lagi setelah ini", kataku dalam hati seakan aku sangat sedih berpisah dengannya. Sekali lagi aku mengngatkan posisi diriku yang sebenarnya." Aku tau, tak mungkin dia menyukai gadis biasa seperti diriku walau dia sering memberi perhatian padaku. Itu pasti hanya sebatas teman", kataku pada diri sendiri.
Hingga suatu hari pangeran memintaku untuk menemuinya di taman sekolah. Aku berpikir pasti dia akan memberiku sebuah pekerjaan lagi. Aku pun pergi menemuinya . Sesampainya di taman dia mengajak aku mengobrol seperti layaknya teman, ini bukan seperti biasanya . Dia biasa berbicara denganku dengan dingin. " Jangan pergi dari hidupku merry!",kata pangeran Edward. "Haa.... apa maksudmu?", jawabku. " Aku menyukaimu , walau kau hanya gadis biasa, tapi kau selalu bisa menghibur hatiku", katanya. Tentu aku kaget, aku merasa ini adalah sebuah mimpi, tapi ini sungguh nyata. Aku sama sekali tidak tau harus menjawab apa , aku hanya diam. " Kenapa kau hanya diam merry, bisakah kau selalu ada bersamaku?", tanyanya. Dan sekali lagi aku hanya bisa terdiam dan menatapnya. " Aku menganggap itu iya", katanya. " Apa kau bersungguh - sumgguh dengan kata - katamu itu?" tanyaku. " Iya merrry" jawabnya. Sejak saat itu aku menjalin hubungan diam - diam dengannya.
Dua tahun berlalu dan aku masih bersamanya. Aku merasa ini sungguh anugrah yang luar biasa. Sampai suatu saat aku mendengar kabar perjodohan pangeran Edward dengan seorang putri keluarga terhormat. Aku sungguh kaget mendengar kabar ini. Sedih, itulah yang bisa aku rasakan. pangeran meminta ku untuk pergi ke taman kota sore ini dan aku yakin dia ingin membicarakan masalah ini.
" Aku tetap memilihmu merry, jangan khawatir akan hal itu, kau tetap adalah kekasihku", katanya padaku. " Ini bukan semudah itu pangeran, aku yakin hal itu. perjodohanmu sudah diumumkan sampai diseluruh negeri ini", kataku sambil menangis. " Aku bisa menolak perjodohan ini", kata pangeran. Aku sadar akan diriku yang tak bisa memilikinya, jika dia tetap memaksa maka dia akan mempermalukan keluarga kerajaan dan membuat masalah untuk kerajaan. "Aku akan berusaha untuk ikhlas dengan hal ini, ini yang terbaik untukmu pangeran. mulai sekarang kau harus fokus dengan urusan perjodohan itu dan lupakan aku", kataku dengan senyum terpaksa. Air mata terus mengalir. Aku tak sanggup melihat dan merasakan hal ini. Aku berlari meninggalkan pangeran sambil menangis dan pergi kesuatu tempat yang sepi.
Aku tak bisa berhenti menangis. Aku sama sekali tidak tahu jika akan terjadi hal seperti ini dalam hidupku. " Aku harus bisa merelakan ini, karena ini merupakan bgian dari kehormatan pangeran sendiri", kataku sambil menangis. Seperti ini aku merasa hidupku sungguh hampa. Aku berjalan pulang sambil menangis. Aku meyembunyikan wajahku untuk menyembunyikan kesedihanku.
Aku merasa tersiksa seperti ini, kemanapun aku pergi, dimana - mana aku selalu melihat dan mendengar kabar perjodohan pangeran. Tentu saja ini semakin membuat aku tersiksa." Apa yang harus aku lakukan, aku sama sekali tidak mengerti. Apa aku harus terus hidup dalam kesedihan seperti ini", kataku sambil menagis. Aku tau berulang kali pangeran mencoba menemuiku tapi aku selalu menghidarinya. Aku rasa ini yang terbaik agar kita tidak bertemu lagi. Aku berbicara pada orangtuaku agar aku diizinkan pergi dari kota ini. Aku rasa mereka tahu apa yang aku rasakan oleh karena itu mereka mengizinkan diriku pergi.
Mendengar hal ini pangeran menelponku dan bertanya alasan mengapa aku pergi. Aku bilang ini sudah jadi keputusanku, mungkin ini yang terbaik untuk aku dan dia. mungkin kami tidak ditakdirkan bersama. " Jika memang kita berjodoh maka kita akan dipertemukan lagi", kataku padanya sebelum aku menutup teleponku. Aku memutuskan untuk pergi dari kota ini dan memulai hidupku lagi walau ini sulit.
Empat tahun berlalu setelah hal itu. Aku pulang ke London untuk mengunjungi keluargaku disana. Aku sampai disana dengan membawa rasa bahagia untuk mereka. tampaknya mereka sangat senang dengan kepulanganku. Entah kenapa aku berpikir untuk pergi ke taman kota, tempat terakhir aku bertemu pangeran.
Aku duduk di tempat yang sama seperti saat aku bertemu terakhir kalinya dengan dirinya. Aku duduk sambil memandang keindahan taman ini. Tiba - tiba ada suara seseorang."Kenapa kau baru kembali merry, aku sudah lama mencarimu!", katanya. aku melihat kearah suara itu dan tak kuduga ternyata itu adalah pangeran. Aku menunduk dan memberi salam padanya. "Apa kau tidak merindukanku?" tanyanya padaku." Haa.... Tentu saya tidak bisa merindukan seseorang yang sudah memiliki seorang permaisuri disisinya", jawabku. " Iya , itulah dirimu", jawabnya. aku terkejut mendengar hal itu. melihat aku yang melihat dengan wajah heran , dia menjelaskan padaku yang terjadi setelah aku pergi meninggalkan kota ini. "Dia membatalkan perjodohan itu karena dia memiliki kekasih. Dia juga sebenarnya terpaksa dalam perjodohan ini dan akhirnya dia melarikan diri dengan kekasihnya" jelasnya. Aku masih terdiam. " Jadi apa sekarang kau mau menjadi kekasihku lagi", tambahnya. Aku tak tau harus menjawab apa, aku hanya melihat kearahnya. " Maaf, aku permisi pangeran", jawabku.
Aku pergi dari tempat itu. Aku tau aku masih mencintainya namun aku merasa aku tak pantas untuknya. Aku akan berusaha mengubur perasaan ini. Aku takut jika semua akan berakhir seperti lalu lagi.
Tiba-tiba aku mendengar suara dari luar rumahku, aku berlari keluar dan aku melihat sekumpulan orang menyanyi lagu romantis. Sungguh aku tak mengerti dengan semua ini. Tiba - tiba aku melihat seorang pria muncul dari kumpulan orang tersebut dan orang itu adalah pangeran. " Cinta bagaikan mawar yang harum tapi kau harus berhati - hati dengan durinya, artiinya kau harus siap akan rasa sakitnya baru kau akan tau hakikat bunga mawar yang sebenarnya. Menikmati harumnya dan selalu berhati - hati dengan durinya", katanya sambil memberikanku bunga mawar. " Aku ingin kau menjadi pendamping hidupku merry. Aku ingin meyakinkan dirimu bahwa aku bersungguh - sungguh. Maukah kau menjadi pendamping hidupku?", tambanya. Aku sungguh terkejut dengan ini dan menagis karena terharu." Iya", jawabku.
Akhirnya kami pun kembali bersama setelah melewati banyak hal yang pahit. Tapi inilah takdir kami, ini adalah hal yang luar biasa.
TAMAT
Does Titanium have nickel in it? - Vitamins | TITNA®
BalasHapusTitanium has best titanium flat iron nickel in ray ban titanium it. As the patent states, it is a microtouch trimmer compound used ford edge titanium in calcium-9-THM and weighs around 11 iron titanium grams.
s155f4vkjcx352 male sex toys,dildos,sex toys,vibrators,penis rings,cheap sex toys,dual stimulator,women sexy toys,dildos i745t3vpoti534
BalasHapuso680b3xjppk162 glass dildos,Butterfly Vibrator,black dildos,Wand Massagers,realistic dildo,dog dildo,realistic dildos,dog dildos,fantasy toys d011a4ktvvq727
BalasHapus